Sabtu, 14 Juni 2014

HARI RAYA NYEPI



HARI RAYA NYEPI

Umat HINDU di Bali melaksanakan hari raya Nyepi setiap satu tahun sekali. Hari raya Nyepi jatuh pada penanggal apisan (hari pertama) sasih kedasa atau sehari setelah tilem sasih kesanga.

CIMG0832.JPGMEBUBU:
Text Box: Figure 1 ogoh-ogoh merupakan simbol Bhuta kalaCIMG0925.JPG                Sehari sebelum hari raya Nyepi (yaitu pada tilem Sasih Kesanga), umat Hindu melaksanakan  upacara mebubu untuk membersihkan bhuana Agung maupun bhuana Alit. Umat hindu akan melaksanakan pecaruan untuk membersihkan bumi beserta isinya dari segala Bhuta Kala dan Kemaksiatan yang ada. Pada sore harinya (Sandhy kala) akan diarak Ogoh-Ogoh keliling kota maupun desa. Sebelum diarak ogoh-ogoh tersebut akan disembahyangkan terlebih dahulu untuk diberikan roh agar ogoh-ogoh tersebut menjadi hidup. Orang yang mengarak ogoh-ogoh tersebut juga harus disembahyangkan terlebih dahulu agar tidak bias dimasuki oleh bhuta kala- bhuta kala. Orang yang mengarak juga harus menggunakan kain poleng untuk mengikat kepala maupun tangannya. Karena kain poleng tersebut merupakan perwujudan RWABHINEDA(baik buruk). Warna putih menyimbulkan  sifat suci dan bersih, sedangkan warna hitam adalah symbol dari kegelapan dan kejahatan yang selalu berdampingan dengan kebaikan. Ogoh-ogoh merupakan symbol dari Bhuta kala yang biasanya berupa manusia ataupun raksasa yang menyeramkan dengan taring-taring yang tajam dan panjang serta mata yang melotot dan lidah yang menjulur panjang.  Ogoh-ogoh tersebut akan diarak dengan iringan gambelan beleganjur dan bobok(terbuat dari bamboo yg diisi serabut kelapa dan myinak tanah lalu dibakar). Setelah sampai di setra(kuburan orang hindu) atau di perbatasan desa, semua atribut (seperti : kain poleng dan bobok) dilepas dan ditaruh di ogoh-ogohnya. Semua yang mengaraknya akan dilukat agar tidak ada Bhuta kala yang masih ada dalam raganya. Setelah itu ogoh-ogohnya pun akan disembahyangkan untuk menghilangakan bhuta kala yang ada didalamnya. Setelah itu ogoh-ogoh akan dibakar sebagai tanda bahwa bumi beserta isinya telah bersih dari Bhuta kala dan masyarakat dapat memulai Tahun Baru Ḉaka pada keesokan harinya dengan perasaan yang tentram.


HARI RAYA NYEPI:
Hari raya Nyepi atau sepi umat Hindu akan melaksanakan CATUR BRATA PANYEPIAN yaitu,
1.       AMATI GENI: Tidak boleh menyalakan api, lampu, maupun alat-alat elektronik lainnya
2.       AMATI KARYA: Tidak boleh bekerja
3.       AMATI LELUNGAN: Tidak boleh keluar dari pekarangan rumah
4.       AMATI LELANGUAN: Tidak boleh berfoya-foya
Text Box: Figure 3 jalan raya sepi saat hari Raya Nyepi
nyepi.jpgDengan demikian maka seluruh umat Hindu akan berdiam diri dirumah dengan melakukan puasa selama 24 jam dan melakukan meditasi dikamar. Selama perayaan Nyepi otomatis jalan akan sepi, hanya ada Pecalang dan Hansip yang berjaga-jaga. Pada malam harinya semua lampu akan dimatikan, jika ada yang menghidupkan lampu tanpa surat izin akan dikenakan denda. Sehingga semua daerah akan terlihat gelap gulita. Nyepi akan berakhir pada esok harinya jam 6 pagi dan umat Hindu akan melaksanakan Ngembak Geni.




NGEMBAK GENI:
Ngembak geni dilaksanakan sehari setelah hari raya Nyepi. Ngembak Geni dilaksanakan dengan melaksanakan Dharma Santi ke sanak keluarga ataupun mengunjungi tempat-tempat pariwisata. Biasanya Ngembak Geni dilaksanakan dengan hati yang bahagia karena telah menang melawan Adharma dan memasuki tahun baru Ḉaka dengan selamat. Dengan berakhirnya Ngembak geni bearti rangkaian hari raya Nyepi telah berakhir.
Demikian artikel saya tentang hari raya Nyepi, jika ada kesalahan saya mohon maaf.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar